Headlines News :
Home » , , , » Ex Operator Drone: Amerika Bohong Soal Kematian Warga Sipil

Ex Operator Drone: Amerika Bohong Soal Kematian Warga Sipil

Written By zulkarnen on Januari 02, 2014 | Kamis, Januari 02, 2014


LONDON,  - Seorang mantan operator pesawat tak berawak AS telah mengkritik politisi AS dan Inggris  dan pejabat militer untuk memberikan statistik palsu dan menyesatkan mengenai kematian warga sipil dalam penggunaan drone di berbagai belahan dunia.

Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan oleh The Guardian pada hari Ahad, Heather Linebaugh menyentil penggunaan drone di beberapa negara Muslim dengan mengangkat sejumlah pertanyaan dan menunjukkan bagaimana sulitnya bagi operator drone untuk membedakan pejuang dan warga sipil, lansir Press TV.

Linebaugh mulai mengkritik dengan bertanya, "Berapa banyak wanita dan anak-anak Anda telah lihat dibakar oleh rudal Hellfire?"

"Berapa banyak orang yang Anda telah lihat merangkak di lapangan, mencoba untuk mencapai pemukiman terdekat untuk mendapatkan bantuan sementara darah mengucur dari kaki yang terputus?" Dia bertanya lebih lanjut.

Linebaugh juga menggarisbawahi perlunya untuk semua orang di seluruh dunia tahu bahwa para pejabat AS dan Inggris memberikan informasi yang salah, mengenai sedikitnya atau tidak adanya statistik tentang kematian warga sipil.

Selain itu, ia mempertanyakan keakuratan dari informasi yang dikumpulkan oleh pesawat, mengatakan video yang disediakan oleh pesawat tak berawak tidak cukup jelas untuk membedakan apakah seseorang membawa senjata atau sekop bahkan pada hari yang cerah tanpa mendung dan cahaya yang sempurna. 

Militer AS menggunakan pesawat tak berawak di beberapa negara Muslim, termasuk Afghanistan, Pakistan, dan Yaman. Para pejabat militer AS mengklaim drone menargetkan pejuang tetapi aktivis hak asasi dan pejabat setempat mengatakan banyak warga sipil yang tewas dalam serangan tersebut.

Amnesty International dan Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah laporan bersama pada Oktober, bahwa para pejabat AS dapat diyatakan bersalah, atas kejahatan karena serangan rahasia pesawat tak berawak CIA yang telah menewaskan ratusan warga sipil di Yaman dan Pakistan.

Juga pada bulan Oktober, dua penyelidik hak asasi manusia PBB, Ben Emmerson dan Christof Heyns, mengkritik kerahasiaan sekitar serangan pesawat tak berawak Washington di negara-negara seperti Pakistan dan Yaman dan menyerukan transparansi dari Amerika Serikat. (http://muslimdaily.net)


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Haber Islamic - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template