![]() |
| Ilustrasi/cbc.ca |
Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Misy’al di Istambul menegaskan bahwa
Hamas menutup kantor perwakilannya di Damaskus, secara permanen, dan
memindahkan kantor perwakilan Hamas di Cairo. Keputusan ini diambil oleh
Hamas sesudah melakukan konsultasi dengan internal Hamas di Gaza dan
Tepi Barat, dan mengisyaratkan persetujuannya, Kamis
Misy’al juga mendiskusikan dengan sejumlah pejabat keamanan di Mesir,
khususnya kepala intelijen Mesir, dan Presiden Mesir, tentang
perpindahan kantor Hamas, yang selama ini berada di Damaskus. Situasi
dan perkembangan politik dan keamanan di Damaskus semakin memburuk, dan
tidak mungkin lagi dipertahankan kantor Hamas di ibukota Damaskus.
Presiden Mursi telah mengkoordinasikan dengan sejumlah pejabat
militer Mesir, atas kepindahan kantor Hamas di Cairo. Situasi politik di
Mesir, yang berubah dan kemenangan politik di Mesir oleh Gerakan
Ikhwan,di mana Ikhwan sekarang memegang kendali politik, baik sebagai
ekskutif maupun di parlemen. Dengan perubahan kondisi di Mesir, maka
memungkinkan Hamas memindahkan kantornya di Cairo, di mana kondisi ini
lebih kondusif, dibandingkan di Damaskus.
Mesir dibawah Presiden Mursi, menjadikan prioritas negaranya,
memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina, dan melakukan negosiasi
ulang dengan fihak Israel, khususnya tentang perjanjian Camp David,
yang sudah berlangsung sejak tahun l978. Ini akan membawa konsekwensi
politik dan keamanan bagi Mesir. Terutama menghadapi situasi global,
yang memerlukan dukungan politik bagi masa depan Palestina.
sumber: fimadani.com



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !