Gaza – Asosiasi Pemilik Perusahaan SPBU di Jalur Gaza menuding Badan Minyak di pemerintah Otoritas Palestina di Ramallah bertanggungjawab atas krisis gas dan minyal di Jalur Gaza yang terus berlanjut selama beberapa bulan bahkan ikut dalam blokade sebagai peran inti lapisan kedua.
Jubir Asosiasi, Muhammad Abadilah menegaskan kepada Radio Al-Aqsha sore kemarin (3/1) bahwa krisis kekurangan bahan bakar terjadi karena pasokan Israel melalui perlintasan Karem Abu Salem terhenti.
Abadilah mengungkap bahwa asosiasi tidak akan tinggal diam dan akan membuka kedok semua pihak yang berkontribusi dalam memblokade Jalur Gaza melalui pelarangan bahan bakar dan gas.
Abadilah menyatakan, Otoritas Palestina di Ramallah memperlakukan Jalur Gaza sebagai entitas pembelot. Bahkan Otoritas Palestina membeli bahan bakar untuk Tepi Barat dengan uang dari Jalur Gaza sementara untuk Jalur Gaza tidak cukup untuk sehari saja.
Abadilah menegaskan, lembaga pemilik SPBU di Jalur Gaza tidak memiliki hutang satu perak pun kepada Badan Energi di Ramallah. Setiap liter di Jalur Gaza dibayar 1 dolar ke anggaran Otoritas Ramallah.
Abadilah menegaskan, Asosisinya tidak berafiliasi kepada politik manapun dan tindakan kami menegaskan hal itu. (bsyr) (infopalestina.com)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !