Beirut : Organisasi Hak Kembali “Tsabit” mengecam statmen Ketua Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, baru-baru ini seputar persoalan hak kembali pengungsi yang dianggapnya sebagai hak pilihan individu, layaknya pernikahan. Tsabit mengingatkan bahaya lebih jauh perundingan dengan zionis, yang bisa mengabaikan hak-hak dan konstitusi nasional Palestina.
Organisasi melihat statmen Abbas bersesuaian dengan rencana Menlu Amerika, yang bertujuan menghapus persoalan Palestina, terutama hak kembali pengungsi ke Palestina.
Dalam keterangannya, Tsabit menegaskan, hak kembali merupakan hak sacral yang tidak bisa diabaikan siapapun, baik negara, otoritas maupun lembaga, dan tidak bisa hilang meski jaman berubah, apalagi disebutkan sebagai hak individu, karena merupakan hak kolektif yang terkait dengan persoalan bangsa secara menyeluruh, sebagai hak milik bagi generasi berikutnya.
Ditegaskannya, bangsa Palestina tidak boleh berunding untuk menyerahkan hak kembali, jika itu yang terjadi maka perundingan bersifat illegal dan sebatas tinta di atas kertas. Sebab, perjanjian Jenewa IV 1949 menegaskan bahwa setiap perundingan antara penjajah dengan bangsa terjajah tidak sah jika menggugurkan hak-hak bangsa tersebut.
Disebutkan, bangsa Palestina menolak segenap upaya pengusiran dan negara alternative, serta komitmen terhadap hak kembali ke Palestina bagi semua rakyat Palestina. Bangsa Palestina merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, meski saat ini bertebaran di sejumlah negara, dan hak kembali bagi semua pengungsi Palestina bersifat legal, bukan hanya bagi sejumlah individu, seperti yang dinyatakan segelintir orang.
Organisasi menuntut pimpinan Otoritas di Ramallah untuk mengevaluasi statmen seperti ini, yang justru melecehkan hak bangsa Palestina, serta menghentikan perundingan dengan musuh, dan membangun strategi nasional bersatu yang bisa melindungi konstitusi Palestina dan hak kembali pengungsi. Serta menyerukan kepada Otoritas untuk memperhatikan persoalan pengungsi Palestina di Suriah yang terblokade di kamp Yarmuk, serta berupaya agar pihak organisasi kemanusian bisa memberikan bantuan kepada mereka sebelum terlambat. (qm)/infopalestina



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !