Mesir, Negeri 1000 Menara
tengah berduka. Darah ditumpahkan oleh rezim tangan besi. Senjata
menjadi bahasa komunikasi Militer tak bernyali. Mereka menumpahkan
peluru, memberondong tak tentu arah menghabisi rakyatnya sendiri.
Mesir, kabarmu hanya dapat kami saksikan dilayar kaca. Ceritamu hanya dapat kami baca di media. Tangismu dan jeritmu hanya dapat kami lihat di dunia maya.
Mesir, kedzaliman harus kau terima sebagai ujian dari-Nya. Mungkin, Allah rindu darah para Syuhada, engkau raih kemuliaan perjuangan di bulan yang paling Mulia. perjuanganmu takkan sa-sia.
Ratusan sudah korban tertembus timah panas. Menghantarkan mereka ke pangkuan Rabb-Nya. Mereka berjuang bukan sekedar mengorbankan harta tetapi mereka siap pasang badan menghalang moncong senjata.
Saksikanlah wajah-wajah para syuhada ini. Mereka mati dalam keadaan terbaik di bulan terbaik. seolah mendapat kabar gembira dari Rabb pemilik Firdaus. Bukan kesakitan yang nampak dari raut wajahnya, melainkan kebahagiaan yang mereka terima dari Allah Swt. Mereka tersenyum dalam keranda pembaringannya.
Betapa kami iri memiliki akhir hidup seperti mereka, berjuang dijalan Allah, berjihad diwaktu yang terbaik serta mati dalam keadaan sepenuh pasrah kepada Sang Khaliq.
Betapa kami tak bisa membendung lagi tumpahan air mata yang tak tertahan. duhai syuhada betapa kami iri kepadamu. Semoga kami bisa menyusulmu. bersama-sama berbincang di teras Firdaus. berbagi kisah perjuangan di dunia, bersama-sama menanti kehadiran saudara-saudara yang lain, yang masih terus ikhlas dalam perjuangan di jalan-Nya.
Tunggu kami syuhada...
Mesir, kabarmu hanya dapat kami saksikan dilayar kaca. Ceritamu hanya dapat kami baca di media. Tangismu dan jeritmu hanya dapat kami lihat di dunia maya.
Mesir, kedzaliman harus kau terima sebagai ujian dari-Nya. Mungkin, Allah rindu darah para Syuhada, engkau raih kemuliaan perjuangan di bulan yang paling Mulia. perjuanganmu takkan sa-sia.
Ratusan sudah korban tertembus timah panas. Menghantarkan mereka ke pangkuan Rabb-Nya. Mereka berjuang bukan sekedar mengorbankan harta tetapi mereka siap pasang badan menghalang moncong senjata.
Saksikanlah wajah-wajah para syuhada ini. Mereka mati dalam keadaan terbaik di bulan terbaik. seolah mendapat kabar gembira dari Rabb pemilik Firdaus. Bukan kesakitan yang nampak dari raut wajahnya, melainkan kebahagiaan yang mereka terima dari Allah Swt. Mereka tersenyum dalam keranda pembaringannya.
Betapa kami iri memiliki akhir hidup seperti mereka, berjuang dijalan Allah, berjihad diwaktu yang terbaik serta mati dalam keadaan sepenuh pasrah kepada Sang Khaliq.
Betapa kami tak bisa membendung lagi tumpahan air mata yang tak tertahan. duhai syuhada betapa kami iri kepadamu. Semoga kami bisa menyusulmu. bersama-sama berbincang di teras Firdaus. berbagi kisah perjuangan di dunia, bersama-sama menanti kehadiran saudara-saudara yang lain, yang masih terus ikhlas dalam perjuangan di jalan-Nya.
Tunggu kami syuhada...



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !