Perdana
Menteri Thailand Yingluck Sinawatra menegaskan kembali hubungan erat
antara Thailand dengan Kuwait dan menyatakan negaranya siap bekerjasama
dengan negara Timur Tengah itu untuk memproduksi makanan halal bagi
dunia, lapor kantor berita Thailand sebagaimana dikutip Xinhua, Selasa (16/10/2012).
Perdana menteri wanita itu mengeluarkan pernyataannya saat dijamuan
makan komunitas bisnis Kuwait-Thailand hari Senin kemarin, dalam
rangkaian kunjungan tiga harinya ke Kuwait.
Yingluck mengatakan, Thailand dan Kuwait telah memiliki hubungan erat hampir 50 tahun dan perdagangan kedua negara naik 185 persen dalam lima tahun terakhir.
Pada setengah periode tahun ini saja sekitar 4.000 orang Kuwait telah mengunjungi Thailand, kata Yingluck.
Terkait kerjasama ekonomi Thailand-Kuwait, Yingluck menyoroti konsep “dapur bagi dunia”. Dijelaskan olehnya bahwa ekspor makanan halal Thailand tahun lalu naik 30 persen dan lembaga standarisasi industri halal yang efisien telah didirikan di wilayah selatan negerinya.
Yingluck mengatakan, Thailand dan Kuwait telah memiliki hubungan erat hampir 50 tahun dan perdagangan kedua negara naik 185 persen dalam lima tahun terakhir.
Pada setengah periode tahun ini saja sekitar 4.000 orang Kuwait telah mengunjungi Thailand, kata Yingluck.
Terkait kerjasama ekonomi Thailand-Kuwait, Yingluck menyoroti konsep “dapur bagi dunia”. Dijelaskan olehnya bahwa ekspor makanan halal Thailand tahun lalu naik 30 persen dan lembaga standarisasi industri halal yang efisien telah didirikan di wilayah selatan negerinya.
Thailand berharap dapat bekerjasama dengan Kuwait dalam memproduksi dan mengekspor makanan halal ke masyarakat dunia.
Yingluck menambahkan, para pengusaha Thailand yang menemaninya dalam kunjungan itu sangat berminat untuk menanamkan investasi di bidang energi, kesehatan publik serta industri pariwisata di Kuwait.
Sumber:hidayatullah.com
Yingluck menambahkan, para pengusaha Thailand yang menemaninya dalam kunjungan itu sangat berminat untuk menanamkan investasi di bidang energi, kesehatan publik serta industri pariwisata di Kuwait.
Sumber:hidayatullah.com


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !